Selasa, 19 November 2019

Jenis Iklan Umum Berdasarkan Media Yang Digunakan

Jenis-jenis Iklan Secara Umum
Secara UMUM, jenis iklan berdasarkan media yang digunakan dapat bagi menjadi dua kategori besar, yaitu iklan dalam media memiliki ciri-ciri antara lain : 

1) Informasi yang disebarkan bersifat serempak
2) Penerima pesan cenderung anonim atau tidak diketahui secara pasti.
3) Dapat menjangkau khalayak secara luas.

Secara teoritik menurut Bittner ( 1986 ), ada 2 jenis iklan yaitu iklan standar dan iklan layanan masayrakat. Yang dimaksud dengan iklan standar adalah iklan yang ditata secara khusus untuk keperluan memperkenalkan barang, jasa, pelayanan untuk konsumen melalui media periklanan. Tujuan dari iklan yaitu agar penjual mendapat keuntungan ekonomi dari pembeli. Umumnya iklan ini dibuat oleh perusahan periklanan secara profesional. Dari pesan-pesan dalam iklan standar disusun secara mantap baik dalam kalimat, warna, gambar atau pemasangan yang tepat agar mampu menjangkau jenis khalayak sasaran tertentu sampai dengan menyebarkannya pada waktu yang sesuai.
Kategori kedua menurut Bittner ( 1986) adalah iklan layanan masyarakt, yaitu iklan yang bersifat non-profit. Disebut non-profit karena mencari keuntungan sosial bukan ekonomi. Keuntungan yang diharapkan dari iklan layanan masyarakat adalah berusaha  membentuk citra baik di tengah masyrakat. Jadi yang membedakan iklan standar dan iklan layanan masayrakat adalah terletak pada  pada tujuan keuntungan yang ingin diharapkan. berikut pembagian iklan secara umum:
a)      Iklan Tanggung Jawab Sosial
Yaitu iklan yang bertujuan untuk menyebarkan pesan yang bersifat informatif, penerangan, pendidikan agar membentuk sikap warga sehingga mereka bertanggungjawab terhadap masalah sosial dan kemasyarakatan tertentu. Iklan ini termasuk iklan anjuran dan iklan penggambaran sosial, yang dimaksudkan adalah iklan yang pesan-pesannya telah jelas menganjurkan secara tegas kepada masyarkat tentang suatu tindakan tertentu. Iklan penggambaran sosial adalah iklan yang pesan-pesannya memberikan gambaran tertentu. Contoh iklan anjuran ada iklan lalu lintas, membayar listrik, posyandu imunisasi, peduli anak jalanan. Sedangkan contoh iklan pengambaran sosial yaitu kelangkaan energi akibat pemakaian energi yang boros, lingkungan yang rusak akibat menebang pohon.


a)      Iklan Bantahan
Iklan bantahan adalah iklan yang digunakan untuk membantah atau melawan atas sesuatu isu yang merugikan dan memperbaiki citra seseorang, perusahaan atau merek yang tercemar akibat informasi yang tidak benar. Iklan bantahan sering berkaitan dengan masalah hukum, baik pidana maupun perdata. Oleh karena itu, iklan ini biasanya dilakukan oleh pihak yang sedang bersengketa di pengadilan. iklan ini memiliki ciri khas yaitu menempatkan komunikator sebagai pihak yang teranaiya atau dirugikan oleh pihak lain.


a)      Iklan Pembelaan

Iklan ini sebenarnya hampir sama dengan iklan bantahan. Bila iklan bantahan si pengiklan berada pada posisi membantah, maka dalam iklan pembelaan, komunikator justru berada dalam posisi membela komunikator. Iklan ini merupakan lawan dari iklan bantahan. Tujuannya yang dikehendaki dari iklan ini adalah memperoleh simpati dari khalayak bahwa perusahaan berada dalam posisi yang benar. Iklan ini sering dilakukan oleh pengacara atau biro hukum yang membela klien. 


a)      Iklan perbaikan
Yaitu iklan untuk memperbaiki pesan-pesan tentang sesuatu hal yang terlanjur salah dan disebarluaskan melalui media. Iklan ini biasa dilakukan oleh media untuk meralat kesalahan tulis serta dilakukan oleh panitia atau organisasi penyelenggara kegiatan yang terlanjur mengumumkan berbagai hal tentang acara tersebut. Iklan ini memiliki sisi negatif dengan menyampaikan iklan perbaikan, terkesan bahwa pengiklanan tidak cermat dalam perencanaan tentang sesuatu. Selain itu khalayak yang tidak memberikan perhatian terhadap sesuatu hal yang diiklankan, akan menjadi tergugah perhatiannya pada masalah yang diiklankan. Kemungkinan khalayak justru akan berupaya mencari tahu tentang informasi awal yang salah. Agar publik tifak bertanya-tanya dengan informasi awal yang salah.


a)      Iklan Keluarga
Iklan ini adalah iklan dimana isi pesan-pesannya merupakan sebuah pemberitahuan dari pengiklanan tentang terjadinya suatu peristiwa kekeluargaan kepada keluarga/khalayak lainnya. Iklan keluarga biasanya lebih banyak berbentuk kolom dan display, dan umumnya pula tidak banyak berisi ilustri gambar, namun hanya menggandalkan pada bentuk pesan tertulis.Iklan keluarga banyak dilakukan oleh masyarakat untuk menyatakan sikap tertentu kepada publik sesuai dengan isi pesan iklan yang dibuat. 
Share:

Senin, 18 November 2019

Pengertian Iklan: Ciri, Tujuan, Unsur, Jenis-Jenis Iklan & Contohnya


Istilah iklan juga sering dinamai dengan sebutan yang berbeda-beda. Di Amerika, sebagaimana halnya di Inggris, disebut dengan advertising. Sementara di Perancis disebut dengan  reclamare yang berarti meneriakkan sesuatu secara berulang-ulang. Bangsa Belanda menyebutnya sebagai advertentie. Bangsa-bangsa latin menyebutnya dengan istilah advertere yang berarti berlari menuju kedepan.  Beberapa pandangan tentang pengertian iklan telah dituliskan, misalnya oleh Dunn dan Barban (1978) yang menuliskan bahwa iklan merupakan bentuk kegiatan komunikasi non personal yang disampaikan lewat media dengan membayar ruang yang dipakainya untuk menyampaikan pesan yang bersifat membujuk kepada konsumen oleh perusahaan, lembaga non-komersial, maupun pribadi yang berkepentingan (Dunn dan Barban 1978 : 8).
Seorang ahli pemasaran, Kotler (1991 : 237) mengartikan iklan sebagai sebuah bentuk penyajian non personal, promosi ide-ide, promosi barang. Di Indonesia, masyarakat periklanan Indonesia mengartikan iklan sebagai segala bentuk pesan tentang suatu produk atau jasa yang disampaikan lewat suatu media dan ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat. Sementara istilah periklanan diartikan sebagai keseluruhan proses yang meliputi persiapan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan penyampaian iklan ( Riyanto, 2001).  Menurut kelompok, iklan adalah suatu bentuk informasi yang dilakukan oleh seseorang, instansi/ lembaga, atau perusahaan, yang isinya berupa pesan yang menarik tentang sebuah produk atau jasa yang ditujukan kepada khalayak
Penengertian iklan adalah berita atau pesan untuk membujuk dan mendorong orang agar tertarik pada barang ataupun jasa yang ditawarkan, iklan biasa dipromosikan melalui media periklanan seperti, televisi, radio, koran, majalah, internet dll. Iklan mengandung pemberitahuan kepada masyarakat dan bersifat mempengaruhi pembaca agar melakukan apa yang dikehendaki. Iklan tidak terbatas pada produk, melainkan juga pada informasi, ajakan atau seruan untuk melakukan suatu hal. Seperti contohnya ajakan untuk menanam pohon atau menjauhi narkoba. Pembuatan iklan di media cetak dibatasi oleh ruang atau tempat, sedangkan iklan di media digital dibatasi oleh durasi. Jadi, pembuatan iklan biasanya dibuat singkat, padat dan berisi untuk mengurangi beban biaya penayangan.


Fungsi dan Tujuan Iklan
Seorang praktisi komunikasi pemasaran asal Amerika serikat, Terence A. Shimp menjelaskan bahwa iklan atau periklanan mempunya beberapa fungsi, diantaranya adalah:
a.      Fungsi Iklan
1.      Memberikan Informasi (Informing)
2.      Membujuk (Persuading)
3.      Mengingatkan (Reminding)
4.      Memberikan nilai tambah (Adding Value)
b.      Tujuan Iklan
Sedangkan Roberti V Zacher, salah seorang ahli dan praktisi dalam bidang periklanan, mengungkapkan bahwa iklan memiliki beberapa tujuan, diantaranya:
1.       Memberikan informasi terhadap suatu produk (jasa, barang, ide dan lain-lain)
2.       Upaya untuk menimbulkan citra yang baik atau rasa suka komunikan (penerima pesan iklan) terhadap produk yang diiklankan.
3.       Meyakinkan masyarakat (penerima iklan) tentang kebenaran suatu produk.
4.       Membuat atau mempermudah konsumen mengetahui spesifikasi suatu produk, baik itu harga, fungsi, manfaat dll.

Unsur-Unsur Iklan

Iklan setidaknya mempunyai 2 unsur, diantarnya:
1.       Kalimat Deskriptif, deskripsi iklan berguna untuk menguraikan atau menjelaskan produk atau layanan yang diiklankan
  1. Kalimat Persuasif, persuasi dalam sebuah iklan bertujuan untuk membujuk atau mempengaruhi orang agar menggunakan produk ataupun layanan yang diiklankan.


Ciri Ciri Iklan

Agar mendapat perhatian dari khalayak ramai. Pada umumnya, iklan mempunyai ciri- ciri sebagai berikut :
  1. Menggunakan pilihan kata yang menarik, logis, tepat dan sopan
  2. Menggunakan pilihan kata yang mempunyai sugesti bagi khalayak.
  3. Pilihan kata yang digunakan menonjolkan informasi utama yang dipentingkan
  4. Menggunakan pilihan kata yang digunakan menunjukan sasaran.

Syarat- Syarat Iklan

Agar suatu informasi dapat dikatakan sebagai iklan, maka harus memenuhi beberapa syarat syarat iklan, diantaranya.
  1. Iklan harus bersifat Objektif dan jujur
  2. Jelas dan Mudah dipahami
  3. Menarik perhatian banyak orang
  4. Tidak mengandung sara dan menyinggung pihak lain.

Jenis Jenis Iklan

Iklan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Berdasarkan media yang digunakan iklan dapat digolongkan menjadi beberapa bagian berikut.

1. Jenis Iklan Berdasarkan Sifatnya

a.        Iklan Niaga, iklan niaga adalah iklan yang dibuat dengan tujuan agar orang tertarik untuk menggunakan atau membeli produk atau jasa yang mereka tawarkan. contohnya iklan indomie, sprite, sajiku, iklan kendaraan dll.
b.       Iklan Layanan Masyarakat, iklan layanan masyarakat adalah iklan yang tujuannya untuk mempengaruhi orang agar memberikan dukungan atau mengikuti kampanye yang dilakukan pembuat iklan. contohnya iklan anti narkoba, iklan lingkungan hidup dll. 

2. Jenis Iklan Berdasarkan Media yang Digunakan

a.       Iklan Cetak, iklan cetak adalah iklan yang dipublikasikan melalui media cetak seperti koran, majalan, surat kabar, tabloid dan sebagainya. berdasarkan ruang yang digunakan iklan jenis ini dibedakan lagi  menjadi 2 bentuk, yakni Iklan baris dan Iklan Kolom
b.       Iklan Advertorial, iklan advertorial adalah jenis iklan yang dikemas seperti berita dengan bahasa penulisan jurnalistik.
c.        Iklan Display, hampir sama seperti iklan kolom, Namun mempunyai ukuran yang lebih besar gambar dan tulisannya dari iklan kolom
d.       Iklan Elektronik, iklan elektronik adalah adalah iklan yang dipublikasikan melalui media elektronik seperti, radio, televisi dan internet
e.        Iklan Perusahaan, iklan perusahaan atau corporate advertising adalah iklan yang tujuannya untuk membangun citra perusahaan yang kemudian akan membangun citra produk atau jasa yang diproduksi perusahaan tersebut agar diminati masyarakat. contohnya seperti iklan aqua yang membantu pembuatan sumber- sumber air di daerah terpencil.
f.        Iklan Layanan Masyarakat, iklan layanan masyarakat adalah iklan yang berisi himbauan atau ajakan untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang diiklankan. contohnya seperti iklan KB, iklan pencegahan demam berdarah dan iklan pencegahan narkoba.

3. Jenis Iklan Berdasarkan Isinya

a.       Iklan Pengumuman, iklan yang isinya menyampaikan pengumuman mengenai suatu peristiwa kegiatan ataupun lainnya.
b.       Iklan Penerangan, memberi penerangan tentang suatu hal, dalam istilah lain iklan jenis ini bisa juga disebut iklan layanan masyarakat.
c.        Iklan Reklame, iklan yang isinya mempromosikan barang atau jasa yang hendak dijual untuk mencari keuntungan dan disampaikan berulang- lang melalui media massa. Iklan reklame biasanya memuji atau menyanjung suatu yang diawarkan, seperti, tiada banding, kualitas no 1 dll.

Tips Dalam Membuat Iklan

Berikut ini adalah cara-cara yang dapat digunakan ketika akan membuat sebuah iklan.
  1. Gunakan kalimat yang singkat, padat, jelas dan efektif.
  2. Berikan nilai tambah produk (garansi, pilihan warna dll)
  3. Gunakan gaya bahasa yang sesuai dengan target pasar.
  4. Gunakan slogan yang mudah diingat calon konsumen dll.


Share:

Minggu, 17 November 2019

Bentuk Opini di Media Massa Cetak, Media Massa Elektronik, dan Media Massa Daring


a.       Opini pada Media Massa Cetak
Opini di media massa cetak lebih mudah ditemukan karena sudah ada halaman khusus untuk opini.

b.      Opini pada Media Massa Elektronik
Opini dalam media massa elektronik dapat berupa talkshow dan debat karena memuat pendapat seseorang terkait tema tertentu. Setiap talkshow dan debat memiliki tema yang berbeda setiap jam tayangnya. Acara tersebut juga mengundang narasumber-narasumber yang berbeda untuk berbicara mengenai pandangannya. Sesuai dengan beberapa ciri-ciri opini, acara talkshow dan debat menghadirkan pembicaraan yang komunikatif. Selain komunikatif, acara-acara tersebut juga singkat karena hanya satu kali tayang.

c.       Opini pada Media Massa Daring
Opini di media massa daring dapat ditemukan dengan cara memasukkan kata kunci “opini” pada mesin pencari. Kita juga dapat mencari melalui tagar #opini.

Share:

Sabtu, 16 November 2019

Ciri-Ciri Opini


Ciri-ciri Opini Media Massa Cetak dan Daring
a. Ditulis dengan atas nama   
            Opini adalah karya individual. Sebagai karya individual, seperti juga puisi atau cerpen dalam dunia fiksi, artikel harus mencantumkan dengan jelas nama penulisnya. Untuk kategori opini, nama penulis biasanya dicantumkan di atas, di bawah judul. Sedangkan untuk di luar kategori opini, nama penulis biasanya disembunyikan dengan cara disimpan pada bagian akhir dan biasanya ditempatkan dalam kurung.

b.   Mengandung gagasan aktual dan kontroversial
Opini yang ditulis hendaknya mengandung gagasan aktual, kontroversial, atau kedua-duanya. Gagasan aktual berarti gagasan yang sifatnya baru, belum banyak ditulis, diketahui, atau dibicarakan orang, sesuatu yang berada di luar batas yang biasa atau yang lazim. Opini harus menghindari gagasan usang atau sesuatu yang datar-datar saja, monoton. Sesuatu yang usang, datar dan menoton, pasti tidak akan laku dijual, tidak akan dilirik dan perhatikan pembaca. Hanya gagasan yang baru, segar, yang diasumsikan memberikan alternatif serta nilai manfaat tinggi bagi masyarakat yang akan diperhatikan, dibicarakan, dan dijadikan rujukan.

c.    Menyangkut kepentingan sebagian terbesar khalayak pembaca
Seorang penulis opini tidak boleh asyik sendiri. Artikel yang ditulisnya harus memberikan lebih banyak manfaat bagi kepentingan mayoritas masyarakat sesuai dengan pangsa pasar surat kabar atau majalah yang memuat opini tersebut. Sebagai contoh opini yang mengupas dampak kenaikan tarif bahan bakar minyak (BBM) terhadap tingkat pendapatan dan beban hidup masyarakat kelas menengah dan bawah di perkotaan, sangat bersinggungan dengan kepentingan ratusan ribu bahkan jutaan orang. Opini seperti itu pasti sangat dibutuhkan dan akan dijadikan sumber rujukan siapa pun.

d. Ditulis secara referensial dengan visi intelektual
      Menulis opini bukanlah duduk di depan pesawat komputer seraya menatap langit menghitung bintang. Opini bukanlah karya fiksi seperti halnya cerita pendek yang lebih banyak mengandalkan imajinasi. Sebagai karya intelektual seseorang, opini apa pun yang ditulis haruslah didukung oleh seperangkat bacaan, pengetahuan, dan teori yang relevan.

e.  Disajikan dalam bahasa yang sederhana, jelas, menarik, hidup, segar, populer, komunikatif
  Opini konsumsi surat kabar dan atau majalah harus tunduk kepada bahasa jurnalistik. Bahasa jurnalistik adalah salah satu ragam bahasa yang lazim ditemui dan digunakan dalam pers seperti surat kabar, tabloid, dan majalah. Ciri utama bahasa jurnalistik adalah sederhana, jelas, lugas, singkat, menarik, segar, ringan dicerna, gampang diingat, mudah dimengerti dan dipahami arti, maksud dan arahnya.

f.       Singkat dan tuntas
      Singkat berarti tidak bertele-tele, tidak mendayu-dayu dan berputar-putar, tidak mengerjai pembaca, tidak membuang waktu yang sangat berharga bagi siapa pun. Jadi, tulislah secara ringkas, langsung pada pokok persoalan. Singkat secara teknis, berarti disesuaikan dengan kapling atau ruangan yang tersedia, yang untuk setiap surat kabar relatif berbeda.
      Tuntas artinya tidak bersambung ke edisi berikutnya. Opini yang dimuat pada surat kabar edisi hari ini di suatu halaman, harus selesai atau habis pada edisi hari ini. Boleh saja bersambung ke halaman lain namun masih tetap dalam edisi yang sama. Harap diingat, surat kabar adalah bacaan murah dan massal hanya untuk hari ini. Besok apalagi lusa sudah basi. Usainya pendek sekali. Mereka yang membaca surat kabar hari ini, belum tentu besok atau lusa membaca surat kabar yang sama.

g.   Orisinal
      Orisinal menunjuk pada dua hal. Pertama, artikel yang kita tulis asli merupakan karya kita, bukan hasil menjiplak atau membajak. Plagiat termasuk dosa sangat besar yang tak terampuni dalam dunia intelektualisme dan jurnalistik. Untuk menghandiiri plagiat, maka seorang penulis harus menguasai sekaligus mengamalkan etika penulisan. Kedua, opini yang kita tulis dan kita kirimkan ke surat kabar atau majalah asli, bukan fotokopi atau salinannya. Opini fotokopi hanya untuk dokumentasi kita di rumah.

Ciri-ciri Opini Media Massa Elektronik
a.       Disampaikan secara lisan
Berbeda dengan opini pada media massa cetak dan media massa daring, opini dalam media massa elektronik disampaikan secara lisan. Ketika siaran, narasumber akan diberi pertanyaan oleh pembawa acara atau moderator. Kemudian, narasumber akan menjawab pertanyaan tersebut saat itu juga. Opini akan berlangsung dua arah antara narasumber dan moderator/pembawa acara. Opini tersebut tidak melibatkan tulisan sama sekali karena murni pendapat narasumber saat itu juga.

b.      Mengandung gagasan aktual dan kontroversial
Opini yang disampaikan hendaknya mengandung gagasan aktual, kontroversial, atau kedua-duanya. Gagasan aktual berarti gagasan yang sifatnya baru, belum banyak ditulis, diketahui, atau dibicarakan orang, sesuatu yang berada di luar batas yang biasa atau yang lazim. Opini yang disampaikan biasanya disesuaikan dengan topik pembicaraan saat siaran. Gagasan kontroversial berarti gagasan yang mengundang pro dan kontra. Gagasan kontradiksi ini biasanya kita temukan di acara-acara seperti Indonesia Lawyer Club, debat, dan sebagainya.

c.       Menyangkut topik yang sedang hangat dibicarakan
Siaran-siaran tersebut biasanya menyesuaikan dengan topik-topik yangsedang hangat dibicarakan. Misal ketika harga bensin naik, maka acara-acara di televisi dan radio akan membahas mengenai harga bensin. Hal ini dipertimbangkan untuk menaikkan rating atau pun menarik perhatian dari pemirsa.

d.      Mengundang narasumber
Siaran-siaran pada televisi dan radio akan mengundang narasumber yang berkompeten pada bidangnya. Tidak mungkin apabila ketika siaran membahas mengenai pendidikan, mereka mengundang pakar ekonomi. Mereka akan mengundang pakar atau ahli daam bidangnya untuk dimintai pendapat karena mereka lebih menguasai topik tersebut.
  
e.       Hanya disiarkan secara langsung dan/atau satu kali siaran ulang
Siaran pada televisi atau radio biasanya hanya satu kali siaran langsung dan/atau satu kali siaran ulang. Apabila siaran tersebut diulang-ulang, maka topik tersebut tidak akan diminati oleh pemirsa karena dianggap sudah ketinggalan zaman. Topik-topik yang hangat dibicarakan selalu berubah setiap hari karena ada banyak kejadian yang terjadi.

f.       Disajikan dengan bentuk talkshow dan debat
Opini di dalam media elektronik biasanya disajikan ke dalam bentuk talkshow dan debat. Acara-acara tersebut mengundang narasumber dan mereka akan berpendapat pada acara tersebut sesuai dengan topik acara.

g.      Orisinal
Orisinal berarti berdasarkan pendapat kita. Opini dalam media massa elektronik bersifat orisinal karena opini berdasarkan pendapat narasumber. Ia mengungkapkan pendapat dan pandangannya dalam menyikapi suatu topik.
Share:

Jumat, 15 November 2019

Pengertian Opini


              Opini adalah tulisan lepas yang dibuat seseorang lazimnya bukan orang yang berada dalam redaksi media yang bersangkutan untuk mengupas masalah aktual dan atau masalah kontroversial tertentu (Kuncoro, 2009). Artinya ada dua macam hal yang sangat perlu digarisbawahi dalam sebuah opini, yakni masalah aktual dan masalah kontroversial. Opini yang mengabaikan prinsip itu, hampir dipastikan gagal muat.
            Menurut Sunarjo (1997:85) opini dianggap sebagai jawaban lisan individu yang memberi respon atau tanggapan terhadap suatu situasi atau keadaan yang pada umumnya diajukan suatu pertanyaan. Kemudian menurut William Albig dalam Abdurrachman (1993:53) opini itu adalah suatu pernyataan mengenai sesuatu yang sifatnya bertentangan atau sedikitnya terdapat pandangan yang berlainan mengenai suatu hal.
            Jadi dapat disimpulkan bahwa opini merupakan tulisan dan tuturan yang dibuat seseorang untuk memberi respon atau tanggapan mengenai suatu hal. Suatu hal disini dimaksudkan adalah sesuatu yang sedang dibahasa atau dibicarakan mengenai persoalan-perosalan tertentu.

Share:

Kamis, 14 November 2019

Proses Peliputan, Penyuntingan dan Publikasi


Peliputan Berita
Sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia, (2001; 667), meliput adalah membuat berita atau laporan secara terperinci tentang suatu masalah atau  peristiwa. Dalam pencarian berita, seorang wartawan atau reporter memperoleh bahan berita melalui liputan atau mencari tahu secara langsung ke lapangan. Menurut AS Haris Sumadiria (2006: 94), berita yang baik adalah hasil perencanaan yang baik. Kita harus bisa mencari dan menciptakan berita. Berikut ini ialah bagaimana berita diduga melalui meeting ; Proses pencarian dan penciptaan berita diduga dimulai dari ruang redaksi melalui forum rapat proyeksi (rapat perencanaan berita/rapat peliputan/rapat rutin wartawan dibawah koordinasi koordinator liputan). Rapat biasanya dilaksanakan sore atau malam hari, dihadiri seorang atau beberapa redaktur. Dalam rapat ini, setiap reporter atau wartawan mengajukan usulan liputan. Namun, untuk berita yang sifatnya tak diduga atau tiba-tiba, AS Haris Sumadiria (2006;96) menyatakan. Untuk berita yang sifatnya tiba-tiba atau tak terduga, reporter atau wartawan harus pandai-pandai berburu/hunting. Sebagai pemburu, wartawan harus memiliki beberapa kemampuan dasar, yaitu memiliki kepekaan berita yang tajam (sense of news), daya pendengaran berita yang baik (hear of news), mengembangkan daya penciuman berita yang tajam (niose of news), mempunyai tatapan penglihatan berita yang jauh dan jelas (news seeing), piawai dalam melatih indra perasa berita (news filling), dan senantiasa diperkaya dengan berbagai pengalaman berita yang dipetik dan digali langsung dari lapangan (news experience). Menurut Jani Yosef, 2009; 81-82 dalam mencari berita diperlukan tehnik- tehnik tersendiri. Dalam prosesnya, wartawan akan menerapkan ”Kemampuan Human Relations ” dan kemampuan ”lobying atau negosias”. Hal ini terkait dengan proses berkomunikasi dengan berbagai pihak dengan bermacam- macam latar belakang budaya, pendidikan, ekonomi dan lainnya.
Menurut Romli (2003 ; 7-10), Mencari berita ( news hunting, news getting atau news gathering) di sebut juga meliput bahan berita adalah salah satu proses penyusunan naskah berita ( news processing), selain proses perencanaan berita, proses penulisan naskah dan proses penyuntingan naskah (news editing) Jadi, meliput berita dilakukan setelah melewati proses perencanaan dalam rapat proyeksi redaksi, misalnya dalam rapat redaksi itu diputuskan untuk memuat kasus pembunuhan melibatkan pejabat negara. Maka wartawan akan melakukan wawancara dengan pejabat yang bersangkutan. Selama wartawan melakukan kegiatan wawancara dengan narasumber, maka kegiatan tersebut dinamakan mencari berita ( News Hunting). Terdapat tiga teknik peliputan berita, diantaranya ;
1) Reportase Kegiatan jurnalistik yang meliput langsung ke lapangan atau ke TKP (Tempat Kejadian Perkara). Wartawan mendatangi langsung tempat kejadian, lalu memulai proses meliput, mengumpulkan data dan fakta seputar peritiwa tersebut. Data dan fakta tersebut harus memenuhi unsur 5W+ 1H, yaitu ”what”, ”who”, ”when”, ”where”, ”why” dan ”how”.
 2) Wawancara Semua jenis peliputan berita memerlukan proses wawancara (interview) dengan sumber berita/narasumber. Wawancara bertujuan menggali informasi, komentar, opini, fakta, atau data mengenai suatu masalah/ kejadian dengan mengajukan beberapa pertanyaan. Menurut Masri Sareb Putra ( 2006; 24-25), menyatakan ; 2.1 Teknik Wawancara a) Persiapkan alat tulis dan rekam Seorang wartawan, sebelum melakukan wawancara perlu persiapan atau memperlengkapi diri dengan seperangkat alat tulis atau rekam. Hal ini karena ingatan manusia pendek, sementara apa yang ditulis itu abadi. Selain itu, untuk menghindari suatu kesalahan atau ketidaklengkapan yang dapat ditampung oleh daya ingat manusia maka wartawan juga memerlukan tape recorder. b) Siapkan Pertanyaan Untuk mendapatkan sebuah berita yang lengkap, seorang wartawan perlu mempersiapkan pertanyaan- pertanyaan yang akan diajukan kepada narasumber. Kalau perlu, persiapan dilakukan secara tertulis. Bahkan ada wartawan yang sebelum melakukan wawancara langsung, mengirimkan terlebih dahulu daftar pertanyaan yang akan ditujukan kepada narasumber. Daftar pertanyaan ini dipersiapakan saat wawancara, agar data yang diperoleh wartawan akurat dan lengkap.
 3) Riset Kepustakaan Riset kepustakaan ( studi literatur) adalah tehnik peliputan/ pengumpulan data dengan mencari kliping koran, makalah- makalah, atau artikel koran, menyimak brosur- brosur, membaca buku, atau menggunakan fasilitas internet. 4) Kantor Berita Wartawan juga menulis berita dari hasil liputan wartawan kantorkantor berita. Cara mendapatkan berita itu dengan membeli. Misalnya, berita didapat dari kantor berita Indonesia (Antara), Malaysia (Bermana), Amerika Serikat (AP). Biasanya, berita yang diterima berupa faks atau teleks. ( Masri Sareb Putra, 2006; 28) Dari penjelasan teori ini, penulis menyimpulkan dalam teknik peliputan berita itu mencakup 3 Tahapan, yakni : a) Reportase (pencarian), wartawan mendatangi lokasi peristiwa atau kejadian. Setiba di lapangan, wartawan segera mengumpulkan data dan informasi sebanyak- banyaknya. Selanjutnya, b) Wawancara, sebelum melakukan wawancara dengan narasumber. Wartawan harus menyediakan alat tulis dan tape recorder, kemudian merumuskan pertanyaan. Setelah itu , wartawan melakukan tanya jawab dengan saksi mata dan sumber lainya yang terkait dalam suatu peristiwa. Namun apabila informasi yang didapat saat liputan belum cukup, maka wartawan dapat mencari data dari tempat lain atau pihak – pihak terkait. c) Riset Kepustakaan dan Kantor Berita. Untuk memperdalam isi berita, wartawan dapat mencari kelengkapan berita dari riset kepustakaan dan kantor berita. Seperti menggunakan fasilitas internet, makalah dan kliping, atau dengan cara membeli berita dari kantor berita Teknik peliputan ini ditentukan setelah adanya rapat proyeksi. Dalam rapat ini, para redaktur akan memberi penugasan kepada wartawan untuk mencari, menggali, dan mendapatkan informasi dari narasumber. Selain itu, tidak ada penugasan (lepas), ini merupakan teknik peliputan dari inisiatif wartawan sendiri dalam mencari, memburu dan mengolah berita. Salah satu bekal wartawan saat meliput berita di lapangan, wartawan harus memiliki kemampuan lobby pendekatan kepada narasumber pada saat meliput berita. Hal ini penentu kelengkapan data nantinya.

Teknik Penulisan Berita
Berita ditulis dengan menggunakan rumus 5W+ 1H, agar berita itu lengkap, akurat dan sekaligus memenuhi standar teknis jurnalistik Artinya, berita itu disusun dalam pola yang baku dan mudah dipahami isinya oleh pembaca, pendengar atau pemirsa. Menutur Haris Sumadiria ( 2006: 118-119) Dalam praktek penulisannya, para journalis atau wartawan dalam menulis berita memperhatikan unsur- unsur dalam merumuskan beritanya yaitu dengan rumus 5W+1H dan struktur piramida terbalik. Berita disajikan dengan menggunakan pola piramida terbalik, karena berpijak kepada 3 (tiga) asumsi ;
1) Memudahkan khalayak pembaca yang sangat sibuk, untuk segera menemukan berita yang dianggapnya menarik atau penting yang sedang dicari atau ingin diketahuinya.
2) Memudahkan wartawan dan editor memotong bagian – bagian berita yang dianggap kurang atau tidak penting ketika dihadapkan kepada kendala teknis, misalnya berita terlalu panjang atau ruang yang tersedia sangat terbatas.
3) Memudahkan para jounalis dalam menyusun pesan berita, melalui rumus baku yang sudah sangat dikuasainya. Sekaligus untuk menghindari kemungkinan adanya fakta atau informasi yang terlewatkan, sehingga tidak dilaporkan. Mengenai unsur penulisan berita yang dikenal dengan 5W+1H. Jani Yosef ( 2009: 122), menyatakan rumusan 5W+1H, terdiri atas :
What  : Menginformasikan apa yang terjadi,
Who   : Menginformasikan siapa yang terkait dengan peristiwa,
Why   : Menginformasikan kenapa atau mengapa ha itu terjadi,
Where :  Menginformasikan di mana kejadian atau peristiwa itu terjadi,
When : Kapan peristiwa terjadi dan kapan pernyataan itu disampaikan,
How : Bagaimana peristiwa itu terjadi.
Tambahan lain, menurut Hikmat dan Purnama Kusumaningrat (2007;126) mengenai teknik penulisan berita, yakni Penulisan berita dimulai dengan ringkasan atau klimaks dalam alinea pembukanya, kemudian dikembangkan lebih lanjut dalam alineaalinea berikutnya dengan memberikan rincian cerita secara kronologis atau dalam urutan yang semakin menurun daya tariknya. Alinea-alinea berikutnya yang memuat rincian berita disebut tubuh berita dan kalimat pembuka yang memuat ringkasan berita disebut teras berita atau lead. Dari penjelasan teori diatas, penulis dapat menyimpulkan setelah data dan informasi telah terkumpul lengkap. Selanjutnya wartawan melakukan penulisan naskah berita. Naskah berita yang akan ditulis wartawan menggunakan unsur – unsur penulisan berita, yaitu 5W+1H. Tujuannya, agar setiap tulisan berita wartawan terinci dan mudah dimengerti oleh khalayak pembacanya. Selain itu, struktur penulisan berita menggunakan piramida terbalik. Tujuannya agar setiap penulisan berita wartawan dapat tersusun dengan sistematis. Maksudnya, penulisan berita pada alinea pertama merupakan inti berita atau isi keseluhan dari berita. Setelah itu, tubuh berita dan penutup. Dalam piramida terbalik, semakin turun alinea maka semakin kurang pentingnya isi berita itu. Jadi dapat di pahami penulis, piramida terbalik merupakan aturan yang sudah baku dari teknik penulisan berita.

Teknik Penyuntingan (editing)
Berita Menurut John Tebble (2003; 72) Redaktur penyunting atau copyditor adalah redaktur yang bertugas membaca, menyunting dan membubuhi kepala berita pada naskah berita. Tugasnya adalah membetulkan ejaan, pemberian tanda baca, bahasanya, sampai pada gaya cetaknya. Menyunting berita dalam surat kabar memegang fungsi yang penting sekali. perwajahan (layout) dan presentasi sebuah surat kabar umumnya sangat tergantung dari keahlian para redakturnya didalam tehnik penyutingan (editing). Menurut Hoeta Soehoet (2003: 112), Istilah penyuntingan berasal dari bahaa inggris, yaitu Editing. Yang menyunting naskah berita atau naskah pendapat menjadi copy berita adalah desk editor. Seorang redaktur yang kreatif didalam pekerjaan editing akan membawa imajinasi baru, sehingga penyajian beritanya mendapat tanggapan pembaca secara menyenangkan. Mengedit berita tidaklah semata- mata memotong berita dan memasukannya kedalam kolom yang tersedia. Namun juga memperhatikan cara menyunting atau mengedit berita, inilah 2 (dua) hal utama dalam merumuskan penyutingan suatu berita ;
1) Mencegah terjadinya kesalahan- kesalahan
a. Salah ejaan dan Struktur kalimat,
b.Kesalahan fakta- fakta,
c. Kesalahan pada struktur berita
2) Menjaga hal- hal yang tidak dikehendaki
a)   Masuknya unsur- unsur pendapat,
b)   Adanya pengulangan kata atau kalimat yang mubazir,
c)   Mengoreksi agar jangan ada fakta yang tertinggal,
d)  Menjaga adanya kata atau kalimat yang dapat menimbulkan pencemaran nama baik atau salah tulis gelar dan nama narasumber,
e)   Mengoreksi dan mengantisipasi berita yang sudah basi atau sudah dimuat sebelumnya,
f)    Menjaga masuknya berita bohong/ koreksi keakuratan berita.
Dari tugas dan fungsi yang disebutkan diatas, bahwa seorang redaktur yang menjalankan fungsi menyunting haruslah seorang wartawan juga yang mengetahui pekerjaanya secara baik dan luas pengetahuanya, baik bahasa maupun pengertian hukum pers (Assegaff, 1982; 69-71) Editor terdiri dari ;
a) Redaktur, yang bertugas Memilih dan menilai berita yang masuk atau akan dimuat, mengawasi seluruh tugas redaksi, membentuk dewan redaksi dan memimpin redaksi serta bertanggung jawab terhadap isi surat kabar.
b) Make Up Editor, bertugas Memusatkan semua berita- berita, gambar – gambar yang telah diolah oleh dewan redaksi dan memuatnya didalam surat kabar. Serta menentukan tempat- tempat/ posisi (tata letak) penyajian berita. Make up editor bertanggung jawab atas baik buruknya, menarik tidaknya penghiasan halaman surat kabar.
c) Copy Raeder, bertugas Bertanggung jawab terhadap kekeliruan mengenai fakta- fakta, dan mengetahui mengenai struktur/ bentuk berita dan cara- cara penulisan berita. Bertanggung jawab terhadap pernyataan yang mengandung fitnah, penghinaan, dan kekeliruan dalam thypografi. ( Meinanda, 1981 ; 51-51)
d) Wartawan, bertugas Memberikan interpretasi mengenai peristiwa penting yang baru terjadi, memperjelas background tentang berita yang baru terjadi, dan memberikan analisa tentang kemungkinan yang terjadi dari suatu peristiwa tersebut. Dari penjelasan teori ini, penulis menyimpulkan bahwa penyuntingan naskah berita diperlukan seseorang yang benar- benar terampil. Tidak hanya terampil dalam mengemukakan gagasan (dalam bahasa lisan dan tulisan), tetapi juga terampil di dalam menerapkan tanda baca, ejaan, serta berbagai kompetensi lain yang berkaitan dengan perkerjaannya. Dapat penulis pahami, dalam klasifikasinya kerjanya. Bidang penyuntingan di lakukan oleh redaktur desk/ bidang dibagian penyuntingan kata, kalimat dan bahasa yang kurang tepat. Kemudian make up editor (tata letak) dan copy raeder yang bertugas menyunting gambar atau foto yang sesuai dengan naskah berita yang disunting redaktur dan mengantisipasi kerancuan atau kesalahan dalam penulisan berita. Maka setiap berita yang disajikan oleh media surat kabar, merupakan berita yang tidak sembarangan melainkan berita yang sudah diolah dan disaring oleh bagian penyunting berita.

Publikasi Berita
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Mempublikasikan adalah membuat konten yang diperuntukkan bagi publik atau umum. Sementara penggunaan yang lebih spesifik dapat bervariasi dimasing-masing negara, biasanya diterapkan untuk teks, gambar, atau konten audio visual lainnya di media apapun, termasuk kertas (seperti surat kabar, majalah, katalog, dll) atau bentuk penerbitan elektronik seperti situs, buku elektronik, CD, dan MP3. Kata publikasi berarti tindakan penerbitan, dan juga mengacu pada setiap salinan.
Publikasi berita dilaksanakan sesuai dengan standar operasional (SOP) penerbitan masing- masing media seperti TV, Koran, dan lainya. Setiap media memiliki syarat dan standar bagi sebuah berita untuk bisa diterbitkan diantaranya yaitu :
-          Berita harus merupakan fakta
-          Berita harus merupakan kejadian terkini (belum lama terjadi)
-          Berita harus seimbang (tidak memihak)
-          Berita harus menarik dan bermanfaat
-          Berita harus disusun dengan sistematis


Share: